Pada tulisan kali ini, saya akan melanjutkan tulisan sebelumnya yaitu perilaku pengendara motor yang membahayakan keselamatan (bagian 1), perilaku tersebut adalah tidak menggunakan helm, tidak menggunakan lampu belakang , 1 (satu) motor dinaiki 3 – 4 orang dan mengambil jalur pejalan kaki (trotoar).
Perilaku lainnya yang cukup dapat membahayakan keselamatan adalah sebagai berikut :
Tidak menggunakan spion
Beberapa pengendara motor tidak melengkapi kendaraannya dengan memasang kaca spion padahal spion digunakan untuk melihat kendaraan lain dibelakang kita ketika akan membelok atau menyalip. Meskipun memasang spion, adakalanya spion yang digunakan hanya sekedar sebagai aksesoris karena modelnya yang unik atau hanya untuk formalitas padahal sudah tidak layak pakai sehingga spion itu sama sekali tidak dapat digunakan untuk melihat kendaraan dibelakang. Ketika akan berbelok, kita harus memutar kepala kita untuk melihat apakah ada kendaraan dibelakang kita. Hanya saja ketika menoleh kebelakang, motor tidak dalam keadaan berhenti sehingga jika tidak hati-hati justru dapat menabrak kendaraan yang ada di depan kita.



Ada berapa buah motor yang anda miliki di rumah? Hanya 1 (satu) buah atau lebih?
Siapa pun tentu ingin memiliki gigi sehat, kuat dan cerah. Tetapi hingga saat ini masih ada yang mengabaikan kondisi kesehatan gigi. Banyak yang beranggapan gigi tidak terlalu penting. Padahal kerusakan gigi dapat mempengaruhi kesehatan tubuh lain yang akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.
Retina adalah selaput halus yang melapisi bagian dalam mata belakang. Retina merupakan syaraf yang bersambung dengan otak melalui syaraf kedua atau syaraf optik. Apa yang kita lihat disekitar kita, dihantarkan melalui retina ke otak sehingga kita dapat melihat dan mengerti apa yang di lihat. Jadi retina sangat penting fungsinya dalam proses penglihatan.
Libur telah tiba...libur telah tiba...hore...hore...hore...
Selamat datang di musim liburan. Ya, Juni dan Juli adalah momen liburan bagi banyak orang Indonesia. Bicara liburan, tentu saja kita kita harus bicara biaya. Yang menarik, banyak orang setelah pulang liburan justru mengeluh akibat banyaknya pos pengeluaran mendadak selama berlibur. Karena itu, tidak ada salahnya kita harus tahu apa saja pos-pos biaya yang harus dipersiapkan. Dengan mengetahui pos-pos ini, mudah-mudahan anda bisa mempersiapkan biaya liburan jauh hari sebelumnya, sehingga tidak ada lagi cerita pengeluaran membengkak karena banyaknya pos yang tidak terduga.

Beberapa waktu yang lalu saya terlibat pembicaraan seru dengan seorang kawan. Pada awalnya kami berbicara tentang artikel saya yang berjudul

