Pondokinfo.com - Web Portal Informasi

Info Buku : Orang Miskin Dilarang Sekolah

E-mail Cetak PDF

Pendidikan kita memang kacau balau. Pemegang kebijakan tampaknya tuli dengan kritik dan cercaan yang ditujukan padanya, padahal kita tahu bahwa pendidikan adalah cermin peradaban dan kualitas bangsa.

Kini wajah pendidikan semakin dicemari oleh mahalnya biaya dan kekerasan yang terjadi di dalamnya. Para korban lagi-lagi adalah orang miskin yang menjadi mayoritas penduduk negeri ini. Kepercayaan atas pendidikan kian luntur, apalagi jaminan masa depannya juga kabur.


16 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

SUDAHKAH ANDA BERSYUKUR HARI INI? (Bagian 1)

E-mail Cetak PDF

Surah Ar-Rahman adalah surah ke-55 dalam Al-Qur'an. Surah ini tergolong surat makkiyah, terdiri atas 78 ayat. Dinamakan Ar-Rahmaan yang berarti Yang Maha Pemurah berasal dari kata Ar-Rahman yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Ar-Rahman adalah salah satu dari nama-nama Allah SWT. Sebagian besar dari surah ini menerangkan kepemurahan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan karunia Allah SWT yang diberikan untuk manusia.

(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Ar-Rahman)

Dalam kehidupan ini, sebenarnya banyak hal yang bisa kita syukuri namun kadang kita lupa untuk bersyukur karena hanya fokus pada kelemahan atau kekurangan yang kita dapat. Selain itu, “Nikmat Tuhan” lebih banyak di definisikan secara sempit oleh manusia, hanya sebatas uang atau materi (kebendaan), padahal kalau mau jujur begitu banyak nikmat yang diberikan Tuhan kepada manusia baik yang taat ataupun tidak taat kepada-Nya.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

INFO BUKU : CASHFLOW FOR WOMAN

Cetak

Sebenarnya laki-laki maupun perempuan sama saja kalau sudah belanja. Sama-sama lupa, sama-sama tidak terkontrol. Bedanya, perempuan sudah tercitrakan sebagai kaum yang suka belanaja. Meskipun demikian, sebagian besar masyarakat kita menempatkan perempuan sebagai manager keuangan keluarga.

Terlepas dari benar atau tidak citra itu, yang jelas ketika perempuan menjadi pengelola keuangan keluarga, ia harus mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran uang menjadi seimbang. Dan buku ini akan membantu anda menjadi pengelola keuangan yang top. Seorang pengelola yang tidak hanya bisa menghabiskan tetapi juga bisa menghasilkan uang.

 


12 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

BISNIS ONLINE : SOLUSI CERDAS BAGI PEREMPUAN YANG INGIN BEKERJA TANPA MENINGGALKAN RUMAH

E-mail Cetak PDF

Tanggal 21 April yang lalu bangsa kita memperingati hari Kartini. Kartini dianggap sebagai sosok yang memperjuangkan hak-hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan laki-laki dan pada akhirnya perempuan dapat mengenyam pendidikan tinggi dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan di Indonesia. Ada yang menjadi insinyur, dokter, guru, polisi dan bahkan saat ini ada 9 (sembilan) perempuan yang menjadi Menteri di Kabinet Presiden Joko Widodo. Mereka adalah perempuan pilihan yang dianggap mampu memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia.

Menjadi perempuan bekerja ataupun wanita karir merupakan pilihan yang harus dipertimbangkan dengan baik. Disatu sisi, sebagai perempuan kita ingin mengembangkan diri dan mengaplikasikan ilmu yang sudah kita peroleh ketika sekolah. Namun disisi lain, kodrat perempuan adalah menjadi seorang ibu yang mendidik dan mengurus anak-anaknya dirumah. Terlebih lagi dikota besar seperti Jakarta, ibu bekerja harus berangkat pagi sebelum matahari terbit dan kembali kerumah ketika matahari sudah terbenam sehingga anak-anak lebih banyak belajar dan bermain bersama kakek-nenek, pengasuh ataupun dititipkan seharian di Day Care. Adakalanya kelelahan akibat bekerja seharian membuat kita tidak sanggup lagi untuk bermain atau mengajarkan hal baik kepada anak-anak kita.

Dengan meningkatnya kebutuhan hidup jaman sekarang dimana biaya untuk membeli rumah, pendidikan, kesehatan dan lainnya semakin mahal membuat perempuan harus ikut bekerja untuk membantu menambah penghasilan suami dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Namun, dengan kemajuan teknologi saat ini, memungkinkan perempuan bekerja dirumah dan tetap dapat mengurus dan mendidik anak-anaknya. Salah satu caranya adalah melalui bisnis online baik menjual barang maupun jasa.

Misalnya saja kita memiliki keahlian dalam membuat kue-kue basah ataupun kering, kita dapat memasarkannya secara online baik melalui facebook, website pribadi maupun online shop. Kue-kue tersebut pun tidak perlu kita antar sendiri ketempat pemesan, dengan adanya ojek online kita bisa memanfaatkan jasa mereka untuk mengantarkan hasil masakan kita. Hal lainnya adalah apabila kita lulusan desain, kita tetap dapat mengaplikasikan ilmu kita pada saat kuliah dengan jalan “menjual” desain kita secara online. Dengan kata lain, uang kita dapat, rumah dan anak-anak terurus plus hobby kita tetap tersalurkan.


1 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

VIP VS BIASA (bagian 2)

E-mail Cetak PDF

Pada kesempatan ini, saya ingin meneruskan tulisan sebelumnya VIP VS BIASA (bagian 1) dimana saya menggambarkan bahwa orang yang memiliki jabatan ataupun uang bisa memperoleh fasilitas-fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan yang didapatkan oleh orang “biasa” seperti fasilitas pesawat dan hotel ataupun perlakuan istimewa pada saat acara-acara resmi atau pernikahan.

Dengan adanya hal tersebut, orang menjadi berlomba-lomba untuk bisa menikmati fasilitas-fasilitas dan perlakuan istimewa tersebut, baik dengan jalan menjadi seorang pejabat ataupun berusaha untuk memiliki uang yang banyak. Hanya saja, adakalanya cara yang dilakukan tidak benar dan melanggar aturan. Misalnya saja ada seseorang yang diangkat menjadi pejabat karena faktor kedekatan dengan “orang penting” padahal orang tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menduduki sebuah jabatan (Nepotisme). Hal lainnya adalah melakukan korupsi sehingga memiliki uang yang banyak untuk “membeli” fasilitas mewah yang ada. Sebut saja Gayus Tambunan, setelah dinyatakan korupsi dan ditelusuri harta kekayaannya ternyata jumlahnya sangat fantastis yang apabila dihitung-hitung secara logika dengan posisinya sebagai seorang PNS golongan III/a maka mustahil memiliki harta yang sangat banyak.

Selain fasilitas mewah, barang-barang bermerk pun menjadi salah satu yang dikejar oleh masyarakat karena dapat menaikkan status sosialnya. Seperti yang telah saya sebutkan pada tulisan sebelumnya, beberapa benda dianggap memiliki prestise sehingga orang yang menggunakan atau memiliki benda tersebut menjadi “berbeda” dan memiliki status sosial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang lain. Oleh sebab itu, banyak orang yang “memaksakan” diri membeli barang-barang tersebut dengan cara gali lubang tutup lubang atau berhutang sana sini termasuk menggunakan kartu kredit. Apabila pengeluarannya lebih besar dibandingkan pendapatannya atau dalam pribahasa dikenal dengan istilah “besar pasak daripada tiang”, maka untuk menutupi hutang-hutangnya tersebut tidak sedikit orang melakukan tindak kriminal seperti pencurian, penipuan dan juga korupsi. Semua itu dilakukan untuk memenuhi gaya hidup yang mewah dan karena gengsi.

Tidak hanya orang tua atau orang yang sudah berkeluarga, banyak remaja yang “terjebak” cara-cara yang salah untuk mendapatkan barang-barang bermerk tersebut seperti menjual diri atau terlibat prostitusi, menjadi pengedar narkoba bahkan pernah ada cerita bahwa seorang remaja menjual organ tubuhnya yaitu ginjal hanya untuk membeli gadget keluaran terbaru yang saat itu sedang trend. Para remaja tersebut melakukan jalan pintas agar bisa memiliki barang-barang mewah sehingga mereka bisa “masuk dan diterima” ke dalam kelompok tertentu.


0 Komentar..
LAST_UPDATED2

Selanjutnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL