Sejarah Singkat
Sejarah berdirinya Museum Provinsi Kalimantan Timur tidak dapat dipisahkan dengan sejarah budaya Kalimantan Timur secara keseluruhan. Dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 17 Tahun 1957 tentang penghapusan Daerah Swapraja Tingkat II Kutai. Pada tanggal 6 Oktober tahun 1966, yang menyatakan bahwa semua benda milik pribadi atau warisan dikembalikan pada pribadi, sedangkan benda milik Kerajaan menjadi milik Negara.
Untuk pemeliharaan dan pelestarian semua benda peninggalan kerajaan tersebut perlu adanya sebuah lembaga yang tetap yaitu Museum. Sebagai realisasi keinginan masyarakat serta Pemerintah untuk mendirikan sebuah Museum, maka pada tanggal 25 November 1971, Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Kutai mendirikan sebuah museum yang diberi nama “Museum Kutai” merupakan bagian dari PUSKORA (Pusat Kebudayaan dan Olahraga) yang diresmikan oleh PANGDAM IX Mulawarman Brigjen Sukertiyo (sekarang PANGDAM VI Tanjung Pura)
Didorong oleh hal-hal tersebut diatas sebagai hasil perundingan segi tiga antara Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Timur dengan Pemerintah Daerah Tingkat II Kutai serta Depdikbud, maka pada tanggal 18 Februari 1976, Museum Kutai diserahkan kepada Depdikbud oleh Gubernur Kalimantan Timur pada waktu itu Brigjen Abdul Wahab Syahrani yang diterima oleh Dirjen Kebudayaan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra atas nama Mendikbud R.I.
2 Komentar..




Beberapa waktu yang lalu ketika saya blogwalking, saya membaca artikel seorang teman (http://abigailsarahratri.blogspot.com/2014/12/melihat-atraksi-lumba-lumba.html) yang menceritakan pengalaman Abigail melihat pertunjukkan lumba-lumba.
Siapa sih yang tidak mengenal robot canggih berwarna biru dari Jepang bernama DORAEMON? Doraemon memiliki kantong ajaib yang berisikan alat-alat canggih yang dapat membantu Nobita mengatasi masalahnya, meskipun kadang disalah gunakan oleh Nobita untuk menjahili Giant dan Suneo. Film serial Doraemon sudah tayang di Indonesia sejak tahun 1990-an ketika saya masih Sekolah Dasar (SD) dan masih tetap ditayangkan hingga kini. Beberapa tahun belakang ini ada juga Doraemon the movie yang tidak kalah serunya. Berbeda dari yang serial, Doraemon the movie tidak hanya menyuguhkan tentang persahabatan dan kerjasama namun juga mengangkat tema pentingnya menjaga kelestarian bumi seperti pentingnya menanam pohon bagi kehidupan manusia.
Muslimah nyebelin? Memangnya ada? Lirik kanan-kiri yuk...amati depan dan belakang atau lihat kekaca? Whaa...jangan-jangan muslimah nyebelin itu kita sendiri!


