Di era globalisasi dan pasar bebas seperti sekarang ini, persaingan di bidang ekonomi semakin hari semakin ketat. Untuk tetap bisa survive dalam persaingan tersebut, selain bekerja lebih keras, kita juga dituntut untuk selalu berfikir kreatif dan menciptakan inovasi sehingga bisa memperoleh hasil yang lebih baik. Kreativitas menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia untuk menciptakan sesuatu yang berbeda, unik dan spesial sehingga tidak terlihat biasa-biasa saja dimata orang lain. Untuk bisa berfikir kreatif dan menciptakan inovasi, tidak ada salahnya jika kita “berfikir diluar kotak” (thinking outside the box).
Seperti kita kita ketahui, susahnya memperoleh pekerjaan terjadi karena jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Hal ini berdampak pada tingginya tingkat pengangguran di negara kita sehingga banyak orang yang kemudian memutuskan untuk bekerja keluar negeri menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) ataupun TKW (Tenaga Kerja Wanita) meskipun dengan resiko yang sangat besar.
Namun, diantara sekian banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi pegawai atau karyawan, ternyata ada sebagian kecil orang yang berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain melalui hasil kreativitas dan inovasi yang diciptakannya. Orang-orang tersebut sangat jeli dalam melihat dan menangkap peluang yang mungkin sama sekali tidak pernah terfikirkan oleh orang lain karena mereka mampu “berfikir diluar kotak”.
11 Komentar..




Dewasa ini, fenomena penglaju atau commuter semakin jelas terlihat terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat perekonomian dimana gedung-gedung perkantoran baik negeri maupun swasta banyak terpusat disini. Kepadatan jumlah penduduk akibat arus urbanisasi dan tingginya angka kelahiran yang tidak diimbangi dengan penyediaan lahan pemukiman menyebabkan harga tanah dan rumah menjadi sangat mahal, hal ini sesuai hukum pasar dimana permintaan (atau kebutuhan akan rumah) bertambah maka harga akan mahal. Pada akhirnya, banyak orang (terutama yang sudah berkeluarga) akan mencari pemukiman/perumahan di luar kota Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi karena relatif masih terjangkau harganya. Konsekuensinya adalah jarak yang harus ditempuh dari tempat tinggal menuju tempat bekerja menjadi semakin jauh sehingga memerlukan waktu yang lebih lama untuk tiba di kantor.


