JANGAN PERNAH BERHENTI UNTUK “BERMIMPI”

Cetak

Tulisan yang saya buat kali ini terinspirasi dari acara Hitam Putih, yang tayang pada hari Selasa tanggal 4 April 2017. Meskipun saya tidak menontonnya dari awal dan hanya kebagian beberapa menit sebelum acara ditutup namun cukup berarti dan menjadi renungan untuk saya pribadi. Bintang tamu yang dihadirkan kali ini oleh Hitam Putih adalah seorang nenek yang ternyata masih punya keinginan untuk mendaki gunung dan target selanjutnya adalah mendaki gunung Sumbing. Beliau sudah lama ingin melakukan aktivitas mendaki gunung namun baru bisa terwujud sekarang setelah anak-anaknya sudah besar.

Sedangkan tamu lainnya adalah seorang kakek mantan binaragawan yang sampai saat ini masih kuat mengangkat barbel sekitar 12 kg sekaligus juga sebagai penghibur...beliau terlihat begitu bersemangat dan sering melontarkan gurauan sehingga membuat peonton tertawa. Ada jawaban unik ketika kakek tersebut ditanya apa rahasianya bisa seperti ini dan beliau jawab yang paling utama adalah jangan pernah berhenti untuk bernafas hehehehehe...

Selain kedua orang tersebut, Hitam Putih sering mengundang bintang tamu yang bisa menginspirasi siapapun yang melihatnya dan menjadi bahan renungan bagi saya pribadi. Saya pernah menuliskan tentang kakek berusia 78 tahun bernama Aris Widodo yang sudah berkeliling Indonesia (bahkan keluar negeri) hanya menggunakan sepeda (Baca : Hidup Hanya Sekali Jadi Harus Dinikmati). Sayang sekali, acara ini ditayangkan pada saat waktu shalat maghrib dan mungkin kalah oleh tayangan film-film India yang sedang booming hiks.

 

Kata-kata penutup yang disampaikan (meskipun tidak sama persis) namun saya menangkapnya kurang lebih seperti ini : “Menjadi Tua bukan berarti kita berhenti untuk beraktivitas apalagi berkarya. Kita masih bisa menggapai “cita-cita lama” yang mungkin belum terwujud karena memang kita belum sempat mengejarnya”.

Ketika kita masih kecil dan tinggal bersama orang tua, mungkin ada hal-hal yang tidak bisa kita capai karena harus mengikuti keinginan orang tua ataupun karena orang tua tidak mampu untuk mewujudkannya. Misalnya saja kita ingin menjadi penyanyi atau pelukis namun orang tua melarang karena dulu pekerjaan tersebut dianggap tidak memiliki penghasilan tetap sehingga ada ketakutan dari orang tua jika masa depan anaknya suram dan tidak sanggup membiayai diri sendiri apalagi keluarga. Contoh lain, misal kita ingin menjadi dokter atau pilot namun orang tua tidak sanggup membiayai kuliah kita sehingga kita disarankan untuk mengambil jurusan lain. Hal-hal tersebut bisa saja terjadi pada siapapun dan bahkan terjadi pada anak kita.

Seiring berjalannya waktu, kita bekerja dan memiliki penghasilan sendiri namun tetap belum atau tidak bisa mewujudkan keinginan kita entah karena harus membantu orang tua membiayai sekolah adik dan lain-lain. Setelah menikah dan memiliki anak, mungkin keinginan itu menjadi terkubur lebih dalam karena waktu yang kita miliki harus dibagi antara pekerjaan dan keluarga. Bisa juga karena pasangan tidak mendukung hobby kita. Maka berbahagia lah orang-orang yang bekerja sesuai dengan bakat dan hobby nya.

Meskipun demikian, bukan berarti kita tidak akan pernah bisa mewujudkan keinginan terpendam kita tersebut. Maka dari itu, sangatlah penting kita menjaga kesehatan dari sekarang karena ketika tiba saatnya kita memiliki waktu untuk menyalurkan hobby atau mengapai mimpi yang tertunda maka kita masih memiliki cukup tenaga untuk mewujudkannya. Menjadi tua bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa.

Untuk saya pribadi, pelan-pelan saya juga ingin mewujudkan apa yang menjadi keinginan saya waktu kecil bahkan hal-hal yang bagi orang lain sepele. Salah satunya adalah memiliki crayon pentel hehehehehe dulu saya ingin sekali memiliki crayon pentel yang berisikan banyak warna seperti yang dimiliki teman saya yang memang memiliki bakat menggambar. Pada saat sekolah hingga SMU, crayon tersebut tetap tidak dapat saya miliki karena tidak dibelikan orang tua...entah karena tidak punya uang atau karena memang tidak dianggap penting. Namun, akhirnya tahun lalu keinginan saya untuk memiliki crayon pentel akhirnya terwujud...saya membelinya secara online dengan jumlah 50 warna.

Hal lain yang sudah terwujud adalah ice skating. Saya berfikir bermain ice skating sangatlah mahal karena jarang ada fasilitas untuk melakukan ice skating. Kalau jaman dahulu yang terkenal adalah di Mall Taman Anggrek. Dan akhirnya tahun lalu juga keinginan tersebut terwujud dan saya bisa ice skating di Bintaro Jaya Xchange Ice Skating (BX Rink). Sebelum kesana, saya beberpa kali nonton Youtube untuk mengetahui dasar-dasar ice skating. Tapi tenang saja, di BX Rink kita bisa menyewa pengajar untuk 30 menit. Ketika di dampingi, saya beberapa kali mau jatuh untung saja di pegangi dan saya diberikan teori bagaimana posisi seharusnya ketika akan jatuh. Ketika waktu mengajar sudah habis, akhirnya saya mencoba jalan pelan-pelan sendiri...hasilnya adalah saya 3 kali jatuh kebelakang dan sakitnya bukan main hehehehe tapi bukan sakit karena terbentur es tapi sakit karena malu dilihat orang apalagi anak-anak kecil yang sudah sangat lihai. Bahkan saya sempat dibantu kepinggir oleh 3 anak yang mungkin masih SD untuk menuju pintu keluar.

Ada seorang teman yang mengatakan sebenarnya basic ice skating hampir sama dengan bermain sepatu roda ataupun roller blade. Nah masalahnya kedua benda tersebut juga tidak pernah saya miliki karena tidak dibelikan oleh orang tua padahal dulu banyak tetangga saya yang memilikinya. Rafting atau Arung Jeram juga sudah terwujud, antara lain di Sungai Citarum, Citarik dan Pangalengan. Yang belum terwujud adalah rafting di Yogyakarta dan Bali. Untuk snorkeling, saya sudah mencoba di Pulau Weh aceh, Bunaken Manado dan Palu. Yang belum terwujud snorkeling di Pulau Pramuka sambil mengajak Endry melihat penangkaran Penyu.

Namun seperti yang saya telah katakan sebelumnya, belum terwujud bukan berarti tidak akan terwujud selamanya asalkan ada niat dan kesempatan, hal yang kita inginkan tersebut cepat ataupun lambat pasti akan terwujud. Banyak hal yang masih ingin saya wujudkan antara lain bungee jumping, wall climbing, diving (meskipun sebenarnya saya tidak jago berenang), paralayang dan beberapa hal lain yang tiba-tiba saya sendiri lupa apa saja hehehehehe...

Kendala yang saya hadapi biasanya karena tidak ada yang menemani. Sebenarnya ada beberapa komunitas yang bisa saya datangi sehingga saya bisa bertemu dengan orang-orang yang memiliki hobby yang sama dengan saya. Namun, saya harus membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga serta tidak lupa untuk membuat tulisan.

 

Ada kata-kata penutup di acara Hitam Putih beberapa tahun lalu yang mungkin bisa menjadi penyemangat hidup : “Ketika Dunia Berkata Menyerahlah, Harapan Berkata Coba Lagi”. Seperti kata kakek tadi, jangan pernah berhenti untuk bernafas itu artinya selama kita masih hidup dan bernafas, tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan jadi jangan bernah berhenti untuk “bermimpi”.

Komentar

Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar