PAP SMEAR : Salah Satu Cara Deteksi Kanker Leher Rahim

Cetak

Pap Smear merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker leher rahim atau yang biasa dikenal dengan sebutan kanker serviks. Dasar dari pemeriksaan ini adalah untuk mempelajari sel-sel yang terlepas dari suatu permukaan tubuh, selaput lendir atau neoplasma. Pemeriksaan pap smear terutama ditujukan untuk deteksi kanker leher rahim, sedangkan untuk kanker pada alat kandungan lain harus ada pemeriksaan oleh dokter ahli kandungan dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Cara pemeriksaan pap smear : pasien akan diperiksa dengan cara dimasukkan alat (spekulum) ke dalam vagina, kemudian akan diambil cairan vagina dengan menggunakan spatula kayu atau plastik.

Pemeriksaan pap smear ini sangat dianjurkan bagi setiap perempuan yang sudah menikah atau sudah melakukan senggama/hubungan badan karena pemeriksaan pap smear merupakan cara skrinning yang efektif untuk mendeteksi secara dini penyakit kanker leher rahim. Kanker leher rahim merupakan kanker yang paling umum di derita oleh perempuan Indonesia, dan pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala-gejala atau tanda-tanda yang khas.

 

Hasil pap smear yang abnormal hanya sebagai petunjuk awal bahwa ada kemungkinan pasien menderita kelainan di leher rahim, sedangkan diagnosa pastinya akan ditentukan dengan cara-cara pemeriksaan lain, misalnya : kolposkopi, biopsi, konisasi.

Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan setahun sekali atau sesuai anjuran dokter. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan ini adalah paling cepat/minimum 5 (lima) hari setelah berhenti menstruasi dan 24 jam sebelum pemeriksaan tidak menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina atau obat pembersih yang dimasukkan ke dalam vagina.

Hal lain yang harus diketahui adalah ketepatan pemeriksaan pap smear ini tidak bernilai 100%, tetapi ketepatan kemampuan diagnosis pap smear cukup tinggi yaitu sensitivitas lebih kurang 90% dan spesifisitas lebih kurang 90%. Angka itu berarti apabila sensitivitas 90% maka masih ada kemungkinan negatif palsu lebih kurang 10% dan apabila spesifisitas 90% maka masih ada kemungkinan pasotif palsu lebih kurang 10%.

Sumber bacaan :

Brosur Klinik Yayasan Kanker Indonesia

Jl. Lebak Bulus Tengah No. 9 Cilandak, Jakarta Selatan Telp : (021) 7507447, 7690704

 

Untuk mengetahui informasi lengkap seputar kanker serviks / kanker leher rahim :

http://kankerserviks.org/

Komentar

Informasi yang bermanfaat,kawan ^_^
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Nama *
Email (tidak ditampilkan)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Kirim Komentar
Batal
avatar Ummu Nailah
0
 
 
Informasi yang bermanfaat, khususnya bagi kaum hawa.
Nice info
B
i
u
Quote
Code
List
List item
URL
Nama *
Email (tidak ditampilkan)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Kirim Komentar
Batal
Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar