AJARKAN ANAK ANDA MENCINTAI DAN MENJAGA KEBERSIHAN SEJAK KECIL

Cetak

“Kebersihan sebagian dari iman...Kebersihan Pangkal Kesehatan”

Kedua slogan tersebut pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita karena sejak sekolah dasar, kita sudah sering diingatkan oleh guru ataupun orang tua kita mengenai pentingnya kebersihan, baik kebersihan diri sendiri maupun kebersihan di lingkungan sekitar kita (masih diajarkan di sekolah tidak ya?). Namun yang terjadi adalah slogan tersebut hanya menjadi sebuah slogan semata karena pada kenyataannya masih banyak orang yang tidak peduli pada kebersihan, banyak orang baik dewasa maupun anak-anak membuang sampah disembarangan tempat seperti di saluran air, sungai, tanah kosong dan lain-lain padahal akibat perbuatan tersebut justru merugikan manusia itu sendiri.

Akibat dari membuang sampah di saluran air ataupun sungai dapat menyebabkan banjir terutama pada saat musim hujan karena air yang seharusnya mengalir terhambat oleh sampah. Selain itu, sampah yang dibuang di tanah kosong terutama sampah plastik dapat merusak tanah karena sampah plastik sangat sulit untuk terurai.

Saat ini banyak program yang mendengungkan 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle) untuk menangani masalah sampah. Reuse atau menggunakan kembali, maksudnya menggunakan kembali barang bekas atau sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama atau fungsi yang lain. Misal botol minuman mineral dapat digunakan kembali atau diisi ulang sehingga dapat mengurangi sampah atau botol tersebut digunakan untuk pot tanaman air (pernah coba sih dan berhasil).

 

Reduce artinya mengurangi atau menurunkan jumlah barang bekas yang berpotensi menjadi sampah, sedangkan Recycle artinya mengolah kembali (daur ulang) barang bekas atau sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. Salah satu contoh dari recycle misalnya bungkus kopi kemasan yang bisa di buat menjadi tas, dompet, tempat pensil dan lain-lain.

Dengan adanya 3 R itu banyak orang yang sudah sadar akan bahaya sampah bahkan ada yang memiliki kreativitas merubah sampah (seperti kulit telur) menjadi barang unik (hiasan kerajinan gerabah) yang dapat digunakan sehari-hari. Namun disisi lain, masih juga ada orang yang tetap tidak peduli terhadap masalah sampah. Mungkin anda pernah lihat, pengendara motor atau mobil membuang sekantong sampah di tengah ataupun pinggir jalan. Mungkin mereka melakukan itu karena setiap pagi ada truk kebersihan yang mengangkut sampah yang ada dijalanan tapi apakah harus seperti itu cara penanganan sampah didaerahnya?

Terlepas dari apakah kita sudah sadar atau belum sadar terhadap masalah sampah, menurut saya setiap orang dapat berpartisipasi dalam menangani masalah sampah. Anda tidak harus ikut dalam sebuah organisasi yang peduli masalah sampah ataupun menjadi salah satu produsen yang merubah sampah menjadi produk baru yang bermanfaat. Banyak hal kecil yang sering kita sepele kan padahal bisa berdampak besar pada masalah penanganan sampah.

Sebagai orang tua, hal kecil yang bisa saya lakukan adalah mengajarkan dan memberi contoh kepada Endry untuk selalu membuang sampah di tempat sampah. Apabila saat itu tidak ada tempat sampah misal ketika sedang bepergian, ada baiknya sampah tersebut kita simpan dahulu ditas. Meskipun laki-laki, Endry juga diajarkan untuk menyapu halaman.

Saya juga sering mengumpulkan botol minuman mineral untuk diberikan pada anak perempuan yang mengumpulkan barang bekas. Selain itu, saya juga mengumpulkan tisu bekas lap tangan (kalau dulu untuk lap botol susu) untuk membersihkan sisa kotoran atau makanan yang jatuh ke lantai, jadi tidak harus mengambil tisu yang baru meskipun sebenarnya penggunaan tisu juga harus dibatasi karena semakin banyak kita menggunakan tisu maka akan semakin banyak juga pohon yang harus di tebang.

Apabila memiliki barang bekas yang masih layak pakai namun sudah tidak kita gunakan, ada baiknya diberikan kepada orang lain yang membutuhkan sehingga lebih berguna dari pada menumpuk di rumah. Saya jadi teringat saat lebaran di Yogyakarta (tapi saya tidak ingat di daerah mana hehehehe) ada toko yang menjual barang-barang unik seperti drum bekas yang diukir dan dirubah menjadi meja, ada juga yang menggunakan kerangka roda sepeda (saya tidak berani foto karena takut dikira mau plagiat).

 

Inti dari tulisan saya kali ini adalah apabila kita mengajarkan dan memberi contoh pada anak-anak kita pentingnya menangani dan mengelola sampah dengan baik, diharapkan bisa diikuti oleh orang di sekeliling kita sehingga tidak ada lagi bencana yang yang terjadi akibat sampah.

 

Baca juga : Inovasi Tiada Henti Menuju Masyarakat Berkehidupan Mandiri

Komentar

Tampilkan/Sembunyikan Form Komentar